Wakil Ketua Komisi II DPRD Murung Raya Imbau Warga Waspadai Ancaman Penyakit di Musim Kemarau
Puruk Cahu, Warta Borneo News– Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, S.E., M.I.P., mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, tidak hanya terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga berbagai penyakit yang rentan muncul akibat kondisi cuaca yang kering dan panas.
Imbauan tersebut disampaikan H. Johansyah melalui pesan WhatsApp kepada media Suara Akar Rumput, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Murung Raya berpotensi menimbulkan polusi udara akibat asap dan debu, serta meningkatnya suhu udara yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.
"Masyarakat diharapkan tidak hanya waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga terhadap berbagai penyakit yang dapat muncul akibat paparan asap, debu, dan cuaca panas," ujar Johansyah.
Ia menjelaskan, sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat selama musim kemarau di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi dan infeksi mata, alergi serta iritasi kulit, dehidrasi, hingga diare. Selain itu, kondisi cuaca kering juga dapat memperburuk gejala bagi penderita asma maupun penyakit gangguan pernapasan lainnya.
Karena itu, Johansyah mengajak masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti menjaga kebersihan lingkungan, memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit.
Selain mengimbau masyarakat, ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui instansi terkait agar terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat serta memastikan pelayanan kesehatan tetap siap memberikan penanganan, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak musim kemarau.
"Kami berharap seluruh masyarakat dapat menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan. Dengan langkah pencegahan yang baik serta dukungan pemerintah, dampak musim kemarau terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan," pungkasnya.(Dahli)