Jarak Pandang Menurun, Polda Kalteng Imbau Pengendara Jangan Nekat Mendahului
Palangka Raya - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Palangka Raya membuat jarak pandang pengguna jalan menurun.
Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara yang memaksakan diri mendahului kendaraan lain.
Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di tengah kondisi kabut asap.
Imbauan tersebut, disampaikan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., melalui Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Kalteng Kompol Uni, yang mewakili Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya, S.H., S.I.K., M.H. Selasa (6/10/2026).
Kompol Uni mengatakan, pengendara roda dua maupun roda empat perlu memperhatikan jarak aman dengan kendaraan di depannya. Lampu kendaraan juga perlu dinyalakan agar keberadaan kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya.
“Jaga jarak, terus menggunakan masker untuk pengendara, dan juga nyalakan lampu karena rawan kecelakaan,” ujar Kompol Uni.
Uni menjelaskan, salah satu risiko kecelakaan saat kondisi karhutla terjadi ketika pengendara memaksakan diri untuk mendahului kendaraan lain, sementara jarak pandang sedang terbatas.
“Selama karhutla ini, kecelakaan yang terjadi karena mereka terlalu ingin cepat sampai. Jadi, mendahului, maunya mendahului, akhirnya jarak pandang kurang. Itu yang bisa mengakibatkan kecelakaan,” jelasnya.
Menurut Kompol Uni, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian di sejumlah ruas jalan dalam Kota Palangka Raya yang memiliki kepadatan lalu lintas, seperti Jalan G. Obos, Simpang Tilung dan Jalan Rajawali.
Ia menyebut, pengendara roda dua khususnya terkadang ingin segera tiba di rumah setelah beraktivitas. Namun, keinginan tersebut dapat berisiko apabila tidak disertai perhitungan terhadap jarak kendaraan di depan maupun kendaraan dari arah berlawanan.
“Jarak pandang antara pengendara satu dengan pengendara yang di depannya. Jadi akhirnya terjadilah laka lantas,” katanya.
Di tengah kondisi kabut asap yang dapat mengganggu jarak pandang, masyarakat diharapkan tetap mengutamakan keselamatan dan menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi di lapangan.